Rabu, 08 Juni 2011

ruang lingkup media pendidikan



RUANG LINGKUP MEDIA PENDIDIKAN

1.       Pentingya media pendidikan dalam pengajaran.
Perkembangan iptek semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar.guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru juga dituntut dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang digunakanny apabila media tersebut belum tersedia.
Media adlah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajran disekolah pada khususnya.

2.       Pengertian media pendidikan
Kata media berasal dari bahasa latin dan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
·         Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis keomponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
·         Briggs (1970) berpendapat bahwa media adlah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangdang siswa untuk belajar.
·         Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association-NEA) menyatakan media adlah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.
·         Media adalah segala sesuatu dari pengirim kepada penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

3.       Fungsi dan kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar.
Levie dan Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khusunya media visual yaitu:
·         Fungsi Atensi
Menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan.
·         Fungsi Afektif
Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
·         Fungsi Kognitif
Lambang visual memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi dan mengingat pesan yang terkandung dalam gambar.
·         Fungsi Kompensatoris
Media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.

Manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa menurut Sudjana dan Rivai (1992:2) yaitu:
·         Pembelajaran akan lebih meanrik perhatian siswa sehingga dapat menimpulkan motivasi belajar.
·         Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya.
·         Metose mengajar akan lebih bervariasi.
·         Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab itdak hanya mendengarkan uraian guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dll.

Manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran didalam belajar mengajar:
a)      Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
b)      Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar.
c)       Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu:
·         Objek atau benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung diruang kelas dapat diganti dengan gambar, slide,foto, film dll
·         Objek yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan mikroskop, film, slide atau gambar.
·         Kejadian langka yang terjadi dimasa lalu dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide.
·         Objek atau proses yang amat rumit dapat ditampilkan secara kongkrit melalui film, gambar, slide, simulasi komputer.
·         Kejadian/percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan komputer, film dan video.
·         Peristiwa alam seperti letusan gunung atau proses kepompong jadi kupu-kupu dapat disajikan dengan teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide
d)      Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan dan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa lingkungan mereka.

4.       Ciri-ciri media pembelajaran
Gerlach dan Ely (1971) mengemukakan 3 ciri media:
a)      Ciri Fiksatif (fixative property)
Menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek.
b)      Ciri Manipulatif (manipulative property)
Kejadian yang memakan waktu berhari-hari  dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording.
c)       Ciri Distributif (distributif property)
Memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.

5.       Sejarah perkembangan media pendidikan
Pada mulanya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai yaitu alat bantu visual misalnya gambar, model, objek dll.
Dengan masuknya pengaruh teknoligi audio pada pertengahan abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio visual.
Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan  alat audio visual. Tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar (teori tingkah laku) teori ini telah mendorong diciptakannya media yang dapat mengubah tingakh laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran. Media instruktusional yang terkenal yang dihasilkan teori ini adalah teaching machine dan programmed instruction dan tahun 1965-1970 muncul pendekatan sistem.
Dengan adanya pengaruh dan perubahan tersebut guru-guru mulai merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan tingkah laku siswa. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut mulai dipakai berbagai format media dan guru mulai mamahami bahwa cara belajar siswa berbeda-beda, sebagian lebih cepat belajar melalui media visual, ada melalui media audio, media cetak atau media audio visual.d ari hal tersebut lahirlah konsep penggunaan multimedia dalam kegiatan pembelajaran.

Sumber:
                Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Grafindo.
                Sadiman, S Arief dkk. 2009. Media Pendidikan. Jakarta: Grafindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar